Kamis, 10 November 2016

Infrastruktur untuk Mempercepat Kemajuan Bangsa

indonesiamap.facts.net

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki luas wilayah yang besar dengan potensi alam dan sumber daya yang melimpah. Ketika melihat sebuah lautan, maka seolah-olah tidak ada batas yang terlihat. Ketika melihat daratan maka ujungnya pun tidak dapat terlihat. Hutan, sungai, danau, dan gunung menjadi penghias alam raya Indonesia yang begitu indah dan menakjubkan.

Wow, keren bukan bangsa ini. Seharusnya bangsa ini adalah bangsa yang maju dan kaya raya. Seharusnya bangsa ini dapat berdikari, seharusnya bangsa ini sejajar dengan negara yang pernah menjajah seperti Belanda maupun Jepang. Seharusnya bangsa ini menjadi lebih maju, “Seharusnya”. Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menciptakan suatu peradaban baru yang lebih baik dan bermanfaat untuk rakyatnya.
 
Kondisi di Jepang - masedys.blog.uns.ac.id
Jangan berkecil hati dulu, ada upaya juga yang sudah dilakukan bangsa Indonesia untuk mempercepat kemajuan sebuah kawasan yaitu lewat infrastruktur. Salah satu bentuk nyata yang mulai ditunjukkan oleh pemerintah adalah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagi urat nadi perekonomian. Pembangunan tidak lagi terpusat di Pulau Jawa lagi, tetapi diprioritaskan di luar Pulau Jawa seperti Madura. Anggaran pembangunan untuk infrastruktur tahun 2016 ditambah 8% menjadi 313,5 triliun  dari pada tahun 2015 yang hanya sebesar 290,3 triliun. Fantastis bukan....

Hal ini dapat dilihat dari keseriusan pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam "nawacita" berikut ini:



Salah satu bentuk nyata pembangunan infrastruktur yang sudah selesai adalah jembatan Suramadu. Sudah pada faham semua kan tentang jembatan yang satu ini . . . ? Benar sekali, jembatan ini memiliki panjang yang fantastis banget yaitu 5.438 m yang membentang dari Kota Pahlawan menuju Pulau Garam. Harapan besar agar terdapat efek yang luar biasa setelah pembangunan jembatan ini belum terlihat secara signifikan pasca diresmikannya pada tahun 2009. Hal ini terlihat dari infrastruktur yang belum memadai dan belum ada.
 
foto suramadu oleh: knm17.its.ac.id
Saat ini, pembangunan infrastuktur mulai degenjot agar urat nadi perekonomian tidak terputus. Salah satu bentuk nyata adalah perbaikan jalan raya menuju aspek vital seperti lembaga pendidikan yaitu jalan menuju Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sebelunya jalan menuju daerah ini cukup sulit, karena jalan yang sering terendam air ketika hujan lebat (bahasa kerennya banjir). Tetapi, sekarang mulai ada perbaikan baik jalanya maupun vasilitas pendukung seperti penerangan jalan dan selokan air.  Alat-alat berat terlihat  menyibukkan dirinya setiap hari agar pengerjaan infrastuktur segera usai dan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
 
pembangunan jalan di depan kampus UTM
Fasilitas infrastruktur seperti jalan sangat bermanfaat. Salah satu bentuk nyata adalah sebagai sarana mengantar pundi-pundi rupiah hingga kepelosok negeri. Pundi-pundi ini akan menghidupi dan mengantarkan masyarakat untuk lebih baik dan tidak tertinggal. Coba kita bayangkan sejenak jika kita berada di pulau terluar Indonesia dengan akses jalan yang sulit pasti mereka akan tertinggal baik dalam segi ekonomi maupun informasi. Selain itu, sebuah akses jalan yang mudah akan mengurangi biaya transportasi dan juga menjadikan produk lokal daerah tersebut akan mudah bersaing dengan produk kompetitor.
 
Percepatan roda perekonomian -aromondoi.wordpress.com
Pendamping dari jalan masih ada juga, yaitu penerangan jalan dan juga selokan yang merupakan istri muda dan tua. Loh kok bawa-bawa istri . . .?, benar sekali penerangan jalan dan juga selokan merupakan pasangan yang harus ada layaknya istri. Karena apabila jalan gelap gulita dan banyak lubang akan menyebabkan tingkat kecelakaan sangat tinggi, selain itu apabila tidak ada selokan air akan tergenang di jalan maupun dipinggir yang akan menyeebabkan jalan ini cepat rusak. Tingginya angka kecelakaan ini akan menyebabkan lalu lintas ambulance semakin tinggi dan juga perputaran uang di bidang kesehatan akan meningkat pula. Miris bukan mendengarkannya.
efek jalan kurang dirawat -riaktual.com

Untuk melihat suatu wilayah makmur atau tidak bisa dilihat dari jalan yang ada. Apabila jalannya bagus, penerangan jelas dan selokannya lancar pasti disitu banyak terjadi perputaran uang. Sebaliknya jika jalannya masih berdebu pasti orang enggan melewatinya dan juga uang akan berpindah menuju jalan yang lebih layak dan bagus.


Eits, masih ada efek nyata dari pembangunan infrastruktur, yakni mempermudah akses menuju lokasi yang dituju, salah satunya UTM. Masyarakat berharap agar disisi pembangunan yang memakan banyak biaya juga diimbangi dengan sisi perawatan. Hal ini terlihat jelas bahwa kita sering mebangun tetapi bangunan tersebut sering terbengkalai akibat banyak faktor, ataupun sering membangun tetapi tidak pernah dirawat. Selain itu, dari pembangunan infrastruktur dapat menjadi salah satu media promosi suatu instansi pendidikan karena sebagai salah satu nilai tawar yang lebih karena akses jalan yang mudah dan strategis.
penerangan jalan menuju UTM

Ada sisi baik lho dari pembangunan infrastruktur ini, yaitu laju perputaran uang yang semakin banyak. Pasti mata langsung hijau kalau mendengar mengenai uang. Kalau infrastruktur bagus pasti banyak orang melirik daerah tersebut untuk dibanggun sebuah pertokoan maupun tempat kos, dapat dibanyangkan apa enggak berapa uang yang akan beredar disitu... pasti banyak banget.....
Ilustrasi uang yang sering berputar - sidomi.ccom

0 komentar:

Posting Komentar