Monday, June 13, 2016

NYICIL MAHAR NIKAH DENGAN NABUNG EMAS DI PEGADAIAN

Kisah ini bermula ketika aku ikut kegiatan para blogger di Surabaya, tepatnya di Wisma Guru Surabaya. Pagi itu aku tak sengaja mencoba mengistall sahabat pegadaian dan keberuntungan masih juga berpihak kepadaku. Hari  itu pula aku dapat kesempatan untuk mencoba memiliki sebuah buku yang bertuliskan buku tabungan emas. Jika biasanya kita sering mendengar apalagi punya orang tua yang tidak pernah menggadaikan barang pasti beliau langssung berfikir bahwa “ ngapain kamu ke pegadaian, butuh uang apa lagi kok sampai datang ke pegadaian segala”. Itu adalah hal yang lumrah. Itupun terjadi pada ku. Saat telepon ibuk mau ke pegadaian, ibuk ku langsung memberitahuku dengan nada yang lumayan genting seperti orang mau menjaminkan laptop ataupun alat elektronik untuk kehidupan ku diperantauan.
Ya benar sekali, aku adalah mahasiswa yang jauh dari orang tua dan jarang sekali aku kekurangna biaya hidup. Sehingga orang tua pasti akan marah jika dengar ada sesuatu yang ku gadaikan. Akhirnya dengan sabar aku mencoba meluruskan bahwa yang ku lakukan bukanlah untuk mengadaikan barang atau sesuatu. Melainkan untuk berinvestasi emas di pegadaian. Salah satu penawaran yang ditawarkan adalah program gadai emas sehingga lumayan untuk bekal ku nanti lulus dan digunakan untuk “mahar nikah”. Walaupun masih belum tau itu bisa kelaksanan kapan, tapi tidak masalah jika sudah mulai persiapan sejak sekarang.

Proses yang kujalani sangat cepat dengan pelayanan yang ramah. Sehingga dalam waktu 5 menit aku sudah dapat membawa pulang sebuah buku tabungan emas.  Pegadaian emas  ini aku pilih karena aku bisa mulai belajar menyisihkan 5 ribu rupiah untuk menabung dan dinilai sebagai harga emas walapun masih nol koma sekian gram. Tapi kalau aku mau istiqomah sampai lulus kan juga masih bisa bawa pulang emas lebih dari 5 gram apalagi yang ditawarkan oleh pegadaian adalah emas murni 24 karat. Karat  disini bukan besi yang udah lama gak dipakai, tetapai satuan untuk emas yang nilai maksimalnya adalah 24.  Dari sinilah aku mulai menabung walaupun belum dapat banyak juga sih. Jadi aku tidak perlu ragu lagi datang ke pegadaian.

Didalam telefon ibukku tertawa, wong masih kuliah kok udah mikir nikah. Dan juga ada sebuah wejangan atau nasihat muncul “ kuliah dulu yang bener, lalu kerja baru nikah”. Dalam hatiku menjawab iya akan aku balas budi baik engkau walapun budi baik engkau tidak ternilai harganya. Akau akan bebakti dan juga menyanyangi engkau setulus hatiku. Dan diakhir percakapan sering aku diingatkan jangganlah engkau boros, rajin menabunglah untuk masa depan mu. Salah satu yang dapat dilakukan adalah kita dapat mencoba memulai dari yang kecil untuk menabung, boleh 10 ribu bahkan 100 juta jika puya uang. Sehingga kita boleh datang ke pegadaian bukan untuk menukar barang dengan uang tetapi dapat kita tukarkan uang dengan emas murni buat bekal nanti.


Beberapa tips yang dapat ku bagikan jika teman-teman ingin menabung emas di pegadaian:
1. Bawa fotocopy kartu identitas (KTP/SIM/Passpor) untuk membuka buku rekening tabungan emas di cabang pegadaian terdekat.
2.    Jangan lupa isi formulir dan biaya administrasi 5.000 serta biaya fasilitas titipan selama 1 tahun 30.000
3.    Boleh membeli emas minimal 0,01 gram atau kelipatannya ( 5.400 / 14 juni 2016)
4.    Saldo titipan emas kita juga dapat dijual kembali (buyback) ke pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram emas (harga jual 5.520 /14 juni 2016)
5.   Jika ingin emas batang, dapat dicetak dengan pilihan 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram dan 100 gram dengan membayar sesuai biaya cetak kepingan
6.    Jangan lupa saldo minimal rekening adalah 0,01 gram emas
7.   Transaksi penjualan emas kepada pegadaian dan untuk mencetak emas batangan saat ini hanya dapat dilakukan di kantor cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukkan Buku Tabungan dan identitas diri asli.

surat bukti gadai


Selamat mencoba ya.

3 comments: