Minggu, 06 Maret 2016

Melu Bapak Kapolda cangkrukan di Kota Marmer dan KunKer di Kota Alen-Alen

 “sebuah kesuksesan itu butuh perjuangan, tidak ada yang datang secara tiba-tiba”


            Ceritanya itu berawal dari keinginan ikut jalan-jalan bapak kapolda jatim Irjen Pol Drs. Anton Setiadji, S.H., M.H menuju kota marmer (tulungagung) dan kota alen-alen (Trenggalek). Sehingga aku memutuskan untuk ikut serta dengan membawa nama dari bangkalan walaupun aku bukan asli bangalan. Aku mendaftar dan tercatat sebagai salah satu yang bisa ikut kunjungan kerja bapak kapolda bersama 13 orang netizen yang lain.
            Berangkat dari kota sapi (Bangkalan) pukul 08.30 sehabis melaksanakan tugas sebagai mahasiswa yang baik. Aku bersama ketua komunitas blogger madura PLAT-M mengawali perjalanan. Berbekal sepeda motor . . . (tidak boleh sebut merk) yang masih enak mesinnya, aku berangkat ditemani mas zam menuju mapolda jatim. Aku sebenarnya mengetahui lokasi  mapolda tapi menghormati yang lebih tau walaupun sempat kesasar.
            Jam di tanganku menunjukkan pukul 10.30 WIB, aku disambut baik oleh pihak Humas Mapolda Jatim. Kemudian aku bincang-bincang santai sambil menungu masuknya waktu jum’atan. Sekitar jam 14.30 mulai berangkat setelah selesai makan siang bersama rombongan dan singgah di Pores Jombang pukul 15.35.
            Setibanya di Polres Jombang disambut baik oleh bapak Kapolres Jombang AKBP Sudjarwoko beserta jajaran. Disana disuguhkan hidangan yang enak dilidah diselingi bincang-bincang ringan antara bapak Kapolda dan Kapolres. Saya bersama dengan Netizen lain juga ikut andil dalam acara tersebut. Sekitar pukul 16.30 WIB. Kami melanjutkan perjalan menuju Crown Victoria Hotel di Tulungagung yang berlangsung selama 90 menit. Sesampainya disana kami memasuki ruangan hotel dan bersiap untuk acara selanjutnya yaitu “cangkrukan” (bincang-bincang ringan, biasanyya di warung kopi, tapi ini di hotel). Acara sebelumnya merupakan ramah tamah bersama pimpinan daerah Tulunggagung dan turut hadir Bupati Trenggalek dan Kapolres Trenggalek.
            Acara yang ditunggu para Netizen pun dimulai, para perwakilan Netizen mulai dari Sumenep, Bangkalan, Sidoarjo, Surabaya, Blitar, Malang dan Tulungagung pun mulai menyampaikan pertanyaannya dengan santai dan bincang-bincang dengan bapak Anton dilaksanakan. Pertanyaan yaang ringan sampai sedikit mendalam pun juga terlontar dari netizen. Dalam acara cangkrukan ini banyak saran yang diberikan kepada pimpinan daerah Tulunggagung agar kedepan bisa menjadi lebih baik.
            Keesokan harinya acara berlanjut di trenggalek, di Polsek Pangul rombongan sudah dinanti oleh Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan juga Wakil Bupati Mohammad Nur Arifin beserta jajarannya. “Police Humanity Care” merupakan salah satu agenda dimana polisi peduli konservasi sumberdaya air serta dilakukan penanaman 150.000 pohon di  sumber mata air sumbeng,desa Terbis ,Kecamatan Panggul ,Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Dalam kegiatan ini kapolda jatim didampingi pejabat utama dan PD Bhayangkari Polda Jatim serta kapolres trenggalek AKBP Made Agus menyerahkan bibit tanaman kepada Bupati trenggalek. Sebelum tiba di tempat, kedatangan robongan disambut dengan meriah oleh siswa siswi SD, dan SMP dengan pakaian pramuka (hari itu hari sabtu, 5/3/2016). Dan ini merupakan kunjungan Kapolda yang paling meriah karena banyak yang menyambut walaupun suasana Trenggalek sedang diguyur hujan. Beberapa jenis bibit yang diberikan adalah durian, jambu, sirsak, cengkeh, sukun, trembesi dan beringin.

            Wilayah Trenggalek merupakan wilayah dengan topologi banyak perbukitan. Disana apabila musim kemarau akan sangat kering dan sulit mencari sumber air, dan kebalikannya pada musim hujan akan kebingungan membuang air karena melimpah. Sehingga pada saat itu akan dilaksanakan upaya konservasi dengan sisten RAPES “Resapan Air Pengendali Erosi Dan Sedimentasi”. Kunjungan kerja ini juga memberikan contoh pembuatan sumur resapan, RAPES dan biopori.
            Kunjungan kerja ini memiliki makna yang penting, karena pada saat ini ditekankan bahwa sumber air sangat penting untuk kehidupan manusia. Sehingga perlu dilakukan pelestarian agar suatu saat nanti anak cucu kita masih bisa menikmati warisan yang baik.


“selamatkan bumi kita untuk anak cucu bangsa”

2 komentar: